Tingkatkan Wawasan Kebangsaan, Kapolres Jombang Silaturahmi ke Ponpes Al Izzah

0
359
Kapolres Jombang AKBP Fadli Widiyanto didampingi Forkopimda, silaturahmi ke ke Ponpes Al Izzah Dsn. Tragal Ds. Kedungpapar, Sumobito.

Tribratanewsjombang.com. Dalam rangka meningkatkan wawasan kebangsaan terhadap para santri, Kapolres Jombang AKBP Fadli Widiyanto  bersama Forkopimda membangun silaturahmi ke berbagai pihak, salah satunya dengan pondok pesantren. Hal itu dilakukan untuk menjaga kondusifitas wilayah Jombang,  memasuki tahapan Pileg & Pilpres 2019. Rabu (10/10/2018).

Foto Bersama Forkopimda Jombang dengan Pengasuh dan santri Ponpes Al Izzah.

Kedatangan Kapolres Jombang bersama rombongan langsung disambut pengasuh Ponpes Al Izzah, Fityanudin Assalam atau Ustad Salim. Selanjutnya, seluruh rombongan melakukan dialog ringan dengan para Pengasuh dan Santri di masjid setempat.

Dalam sambutannya Ustad Salim membeberkan, Bahwa Pondok pesantren Al Izzah berdiri pada tahun 2009, awalnya  hanya empat santri dan hingga saat ini sebanyak 102 santri. “Pesantren ini menggunakan metode Pondok modern seperti pondok Gontor,” ujar pria asli Boyolali, Jawa Tengah ini.

Forkopimda dan Pengasuh pondok saling bertukar Tali asih.

Dia juga menandaskan bahwa keberadaan pesantren harus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Oleh sebab itu, santri Al Izah diterjunkan ke sejumlah masjid untuk mengajar mengaji. Juga memberikan les gratis kepada anak-anak desa.

Pendidikannya sama seperti pondok lainnya, mengaji, tahfidzil qur’an dan pendidikan sampai setingkat Aliyah. Sistem pendidikan, kami berkiblat pada pondok pesantren Gontor,“ bebernya.

Di hadapan forum, Kapolres menjelaskan secara panjang lebar tentang perlunya menjaga persatuan dan kesatuan. Juga tentang bahaya penyebaran hoaks atau berita bohong. Kapolres lantas meminta agar semua tidak mudah terprovokasi jika ada kabar yang belum jelas kebenarannya.

“Jangan sampai kita saling membenci, yang mengakibatkan terpecah belah. Kita harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Makanya ada slogan yang cukup kita kenal, yakni NKRI harga mati,” kata Kapolres di hadapan hadirin.

Kapolres Jombang kembali menandaskan, selain agenda silaturahmi ke pesantren juga melakukan pertemuan dengan beberapa komunitas lainnya yakni, Komunitas tukang becak, ojol (ojek online) bahkan dengan mahasiswa di Jombang. Hal itu dilakukan untuk membangun komunikasi aktif.

“Selain sebagai wadah silaturahmi juga bisa menjadi ajang untuk menyerap informasi dari masyarakat. Dengan begitu, ketika ada permasalahan bisa diselesaikan di forum tersebut,” pungkasnya. (kar/hms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here