Tiga Pengedar Pil Double L, Diringkus Polsek Kudu

0
306
Tersangka Ei, CY dan ME (diapit petugas) beserta barang bukti di Mapolsek Kudu Jombang

Tribratanewsjombang.com, Menuju Tahun 2018 Jombang bebas Narkoba, jajaran Polres Jombang menyatakan perang terhadap peredaran Narkoba. Dengan predikat mendapat peringkat 3 dalam upaya pemberantasan narkoba se Jawa Timur, hampir setiap hari berhasil mengungkap peredaran narkoba mulai dari Obat keras dan bahan berbahaya (Okerbaya) jenis Pil double L, Sabu-sabu maupun Ganja.

Kali ini giliran unit Reskrim Polsek Kudu, yang berhasil mengamankan tiga orang pengedar Obat keras berbahaya (Okerbaya) jenis pil double L. Ketiganya yakni, EI (32) warga Dusun Badas, Desa Badas, Kecamatan Sumobito, Jombang. CY (23) dan ME (22) warga Dusun Tembelang, Desa Senden, Kecamatan Peterongan Jombang. Selain menangkap ketiga tersangka, Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti pil dobel L siap edar.

Masih menurut Subadar, penangkapan pengedar Okerbaya ini, berawal dari informasi warga tentang maraknya peredaran pil dobel L yang ada di desanya. Petugas langsung bergerak melakukan penyelidikan. Untuk memancing para pelaku, petugas melakukan penyamaran. ”Kita memasang anggota, pura-pura memesan barang haram tersebut,” ujar Kasubbaghumas Polres Jombang Iptu Subadar. Minggu, 20 Agustus 2017.

Pada hari Sabtu, 19 Agustus 2017, pelaku datang di SPBU Menturus Kudu Jombang untuk melakukan transaksi. Saat itu juga petugas langsung melakukan penangkapan, setelah digeledah ditemukan sebanyak 16 butir pil yang dikemas dalam satu plastik ukuran sedang berikut satu unit HP merek Polytron.

Lanjut Subadar, Atas pengakuan tersangka kepada petugas, bahwa barang haram tersebut dari salah satu temannya. Setelah kita melakukan pengembangkan berhasil menangkap tersangka CY. Beserta barang bukti 14 butir pil dobel L yang dikemas dalam sejumlah plastik dan satu unit HP merek Nokia.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka CY, muncul tersangka lain yakni ME. Tersangka ME ditangkap di rumahnya, petugas menemukan barang bukti 11 butir pil dobel L, HP merek Nexom dan uang tunai Rp 40 ribu yang diduga hasil penjualan. Atas perbuatannya, ketiganya terancam dijerat melanggar pasal 196 UU RI tahun 2009 tantang kesehatan, dengan ancaman 10 tahun penjara. (kar/hms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here