Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Gatot Setyobudi didampingi Kasubbaghumas, saat Press Release di Graha Bhakti Bhayangkara.

Tribratanewsjombang.com, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Jombang menangkap Tiga pelajar yang diduga melakukan pencabulan terhadap ADV, bocah berusia lima tahun dan masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK). Ketiga pelajar asal Kudu, Kabupaten Jombang tersebut, yakni SC (16) dan SS (16) pelajar SMA, serta BD (14) yang masih duduk di bangku SMP dan masih tetangga korban.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Gatot Setyobudi mengatakan,“ Kasus pencabulan tersebut terjadi sekitar pertengahan bulan Oktober 2017 lalu. Saat itu, pelaku SC bertemu dengan korban yang sedang bermain sepeda.

Niat jahat pelaku SC pun muncul seketika. Dirinya mencoba merayu korban agar bisa diajak pelaku, dengan iming-iming akan diberi snack atau makanan ringan. Korban akhirnya menurut begitu saja, kemudian tersangka SC mengajak ADV masuk rumahnya. Di dalam rumah, ternyata sudah ada tersangka SS dan tersangka BD. Ketiganya kemudian memaksa bocah lima tahun itu duduk di kursi panjang, selanjutnya SDV dicabuli oleh ketiga pelaku,” kata AKP Gatot saat Prress release di Graha Bhakti Bhayangkara, Senin (04/12/2017) siang.

Setelah puas melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku meminta korban agar tidak menceritakan kejadian yang menimpanya tersebut ke siapapun, termasuk orang tuanya. Selang beberapa waktu, orang tua korban menaruh curiga terhadap perubahan kondisi putrinya.

“Orangtua korban akhirnya mengetahui putrinya mengalami kesakitan saat buang air kecil. Saat itulah, orang tua korban meminta putrinya menceritakan kejadian yang dialaminya. Mendapat cerita putrinya menjadi korban pencabulan, orang tua ADV langsung melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian. Selang beberapa waktu kemudian, polisi pun berhasil meringkus ketiga tersangka tersebut.

“Selain menangkap ketiga pelaku, kita juga menyita Kursi panjang dari kayu, celana dalam dan baju milik korban untuk dijadikan sebagai barang bukti. Saat ini, kita masih mendalami kasus ini,” pungkas Gatot. (kar/hms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here