Dalam rangka mengantisipasi pesta petasan H+7 Hari Raya Idul Fitri (Lebaran Ketupat), Aparat gabungan Polres Jombang, Brimob dan Kodim menggerebek rumah yang digunakan untuk pembuatan petasan di Desa Keras, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Sabtu (1/7/2017).

Desa Keras juga memiliki tradisi unik. Yakni menggelar pesta petasan setiap Lebaran Ketupat atau H+7 Lebaran. Dalam pesta tersebut, setiap rumah akan membunyikan mercon secara bersamaan. Bunga api akan bersliweran di langit Desa Keras.

Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto, S.I.K, M.H. mengatakan,”Razia ini kita lakukan untuk mengantisipasi adanya pesta petasan. Sebelumnya, kami juga sudah menggagalkan tujuh kasus peredaran petasan selama bulan puasa.” Dalam penggerebekan tersebut, Polisi menyisir sejumlah lokasi yang disinyalir sebagai tempat produksi dan tempat menyimpan petasan dan berhasil menemukan ribuan petasan tak bertuan di kebun salak.

Selanjutnya, barang berbahaya tersebut diamankan. Polisi juga menyita sejumlah alat yang digunakan untuk membuat petasan. “Bahan baku berupa serbuk brown, belerang dan arang juga kita sita. Seluruh barang bukti tersebut dilakukan penyitaan.

Masih kata Agung, seorang warga Desa Keras juga ditangkap dalam penggerebekan itu. Dia berinisial AA. Sementara enam tersangka lain melarikan diri sesaat sebelum petugas datang. “Tersangka kita jerat pasal 1 Undang-Undang Darurat nomor 12 tahun 1951. Ancamannya hukuman maksimal seumur hidup,” pungkasnya. (kar/hms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here