Polres Jombang Bongkar Prostitusi Online Anak Bawah Umur

0
219

Polres Jombang: Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jombang, berhasil mengungkap bisnis prostitusi terselubung lewat Media Sosial (Medsos) yang menjual anak gadis dibawah umur. Usai polisi menangkap dua orang yang berperan sebagai mucikari.

Mereka adalah Prihatin Agustina (22) warga Desa Godong, Kecamatan Gudo dan Ariyanda Muchamad Sodikin (22) warga Desa Gempol Legundi, Kecamatan Gudo, Jombang. Kedua tersangka tersebut diringkus anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) setelah Polisi menemukan bukti permulaan yang cukup kuat.

Wakapolres Jombang, Kompol Budi Setiono mengatakan, terbongarnya praktik prostitusi online terselubung ini setelah anggotanya mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada anak gadis dibawah umur yang sengaja dijajakan di akun media sosial dan siap melayani pria hidung belang.

“Anggota kami mendapat laporan ada gadis dibawah umur yang dijajakan lewat media sosial atau online. Kemudian kami telusuri dan akhirnya tersangka dapat diamankan,” ucapnya saat menggelar pers rilis di Mapolres Jombang, Jum’at 17/01/20.

Kedua mucikari tersebut memasang foto korban (Sebut saja Bunga) dengan memakai celana pendek di akun Whatsapp, yang bertujuan menarik pelanggannya. Mereka mengaku menjual Bunga seharga Rp 500 ribu untuk sekali kencan. Uang tersebut lantas diberikan kepada Bunga setengahnya atau sebanyak Rp 250 ribu.

“Kedua tersangka ini menjual pada lelaki hidung belang dengan harga yang lumayan mahal (500 ribu). Mereka mengambil keuntungan Rp 250 ribu untuk sekali transaksi (kencan),” terangnya.

Transaksi antara mucikari dan pelanggan tersebut dilakukan melalui pesan singkat whatsapp. Jika terjadi kesepakatan, keduanya lantas bertemu di sebuah Hotel di Jombang. Tersangka juga mengaku baru sekali menjalankan bisnis haram ini.

“Mengakunya baru melakukan transaksi sekali, tapi kami tidak percaya begitu saja, namun akan kami kembangkan,” tegasnya..

Saat ini kedua tersangka mucikari mendekam di tahanan Mapolres Jombang, guna penyidikan lebih lanjut. Petugas juga menyita barang bukti dua unit sepeda motor milik pelaku, tiga buah HP, yang dipakai untuk sarana transaksi serta satu box tissue magic, pakaian dan uang tunai.

“Atas perbuatanya, kedua tersangka akan dijerat dengan Undang-Undang tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara,” pungkas Budi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.