Polisi Responsif, Sikapi Isu Penelantaran Suami Terhadap Ibu Yang Membunuh Tiga Anaknya.

0
82
Tersangka EVI didampingi Kasat reskrim dan Kanit PPA, Saat di LP Jombang

Tribratanewsjombang.com,  Isu penelantaran suami sebagai pemicu seorang ibu di  Jombang nekat mengajak bunuh diri ketiga anaknya, muncul dalam proses persidangan perkara ini. menanggapi isu tersebut Polisi pun turun tangan dengan menyambangi tersangka di LP untuk mengorek hal tersebut dan hasilnya petugas memastikan tak ada unsur penelataran dalam perkara ini.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Gatot Setyo Budi dan Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jombang menyambangi tersangka Evy Suliastin Agustin (26) di Lapas Klas IIB Jombang, Senin (16/7/2018). Kedua perwira polisi itu melakukan wawancara langsung terhadap tersangka didampingi Kepala Lapas setempat.

“Ini bentuk responsif kami terkait adanya isu kenapa suaminya tidak dijerat masalah penelantaran. Maka hari ini kami temui langsung tersangka (Evy) di LP terkait isu penelantaran tersebut,” kata Gatot kepada Tribratanews.

Berdasarkan hasil wawancara dengan tersangka, lanjut Gatot, pihaknya tak menemukan adanya unsur penelantaran dalam perkara ini. Tersangka Evy tegas menyatakan tak pernah ditelantarkan oleh suaminya berinisial F (55).

Selama proses persidangan, terdakwa juga mengaku tak pernah menyampaikan keterangan ditelantarakan oleh F. Oleh sebab itu, Gatot memastikan isu penelantaran sebagai pemicu kasus bunuh diri ibu dan tiga anaknya, tidak benar.

“Ternyata jawaban tersangka tetap sama seperti dalam BAP (Berita Acara Penyidikan). Tersangka sendiri tidak merasa ditelantarkan, dia menolak jika dikatakan mengajak anaknya bunuh diri karena ditelantarkan oleh suaminya,” ujar Gatot.

Motif Evy mengajak ketiga buah hatinya bunuh diri, kata Gatot, tetap sama seperti dalam BAP polisi. Menurut dia, tersangka sakit hati setelah ditinggal kawin lagi oleh F.

“Dia (Evy) dulu istri muda paling disayang suaminya. Sekarang ada yang lain yang lebih muda lagi (suaminya menikah lagi). Sehingga dia stres ingin bunuh diri. Namun dia memikirkan nasib anaknya siapa yang merawat. Makanya dia ajak ketiga anaknya mati sekalian namun dirinya  tak sampai mati,” terangnya.

Evy merupakan istri ke dua F (55), pimpinan sebuah pondok pesantren di Kota Surabaya. Pasangan ini menikah secara siri. F diketahui berasal  dari Desa Mancilan, Mojoagung, Jombang mempunyai 3 orang istri.

Sejak menikah, Evy dan F tinggal di Kota Surabaya. Namun, sekitar tiga tahun yang lalu Evy memilih tinggal di rumah ibunya di Desa Karobelah, Mojoagung. Kendati begitu, Evy masih kerap berkunjung ke rumah suaminya.

Evy ditetapkan sebagai tersangka lantaran membunuh tiga anaknya di dalam kamar mandi rumahnya, Desa Karobelah, Mojoagung, Jombang, Senin (15/1) sekitar pukul 21.00 WIB. Awalnya tersangka membunuh anak bungsunya dengan cara menenggelamkan bayi 4 bulan itu ke dalam bak mandi.

Setelah itu, Evy mencekoki anak pertama dan ke duanya dengan obat nyamuk cair hingga tewas. Tersangka kemudian mencoba bunuh diri dengan meminum racun yang sama. Beruntung kondisinya yang sempat kritis, berhasil diselamatkan.

Perbuatan Evy baru diketahui sekitar pukul 22.00 WIB. Orang yang pertama kali menemukan para korban adalah adik kandung Evy Nurus Shobikhah (20) dan salah satu santri dari suaminya Sholikul Hadi Sholeh (25). Saat itu Hadi datang ke rumah korban atas perintah F (suami Evy) untuk mengantar makanan. (Hms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here