Beranda Berita Peringati Hari anti Korupsi, Polwan Bagi Bunga

Peringati Hari anti Korupsi, Polwan Bagi Bunga

0
64
KBO Reskrim Iptu Sujadi didampingi Anggota Polwan memberikan bunga kepada pengguna jalan dalam rangka peringatan Hari Anti Korupsi.

Tribratanewsjombang.com, Hari Anti Korupsi diperingati setiap tanggal 9 Desember.  Polres Jombang menggelar kegiatan peringatan tersebut dengan membagikan bunga kepada pengguna jalan di Perempatan Jalan KH. Wakhid Hasyim (tepatnya sebelah utara Rumah Sakit Umum Jombang), Senin (10/12/2018) siang.

Sejumlah anggota Polwan membagikan bunga kepada Pengguna Lalu lintas.

Sejumlah Anggota Polwan dengan membawa bunga mawar, mendekati satu persatu pengguna jalan yang sedang berhenti saat lampu merah menyala. Sejurus kemudian, bunga mawar tersebut diberikan kepada para pengguna jalan. Sedangkan sejumlah Polisi laki-laki, membentangkan spanduk warna putih ukuran cukup besar, bertuliskan  ‘Bangun Negeri Tanpa Korupsi’.

“Pembagian bunga kepada pengguna jalan ini, dengan harapan agar masyarakat yang mengetahui ada tindak pidana korupsi, agar mau melaporkan ke Polisi atau penegak hukum lainnya,” kata Kaurbinops Satreskrim  Polres Jombang Iptu Sujadi di lokasi pembagian bunga.

Pengendara sepeda motor mendapatkan bunga mawar dari Anggota Polwan

Dari puluhan pengaduan masyarakat terkait tindak pidana korupsi yang ditangani Polres Jombang, tiga diantaranya bisa dilanjutkan dalam upaya penyidikan. Bahkan 2 (dua) berkas, sudah dinyatakan lengkap (P 21).  Dua kasus itu diantaranya adalah dugaan penyelewengan Dana Desa di Desa Grobogan, Mojowarno senilai Rp 449 juta, kemudian dugaan pungutan liar di Desa Kesamben senilai Rp 75 juta. Pungli Dana Desa di Tampingmojo terkait proyek pengerasan jalan rabat beton senilai Rp 115 juta, Rp 56 juta diantaranya belum dilaporkan.

“Jadi Kasus yang di Grobogan ini Kadesnya sudah jadi tersangka dan sekarang ini ada penambahan dua tersangka lagi dari unsur Perangkat Desa. Sedangkan kasus yang di Tampingmojo,  masih tahap penyidikan dan belum P21,” kata Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Gatot Setyo Budi, Senin (10/12/2018) kepada tribratanewsjombang.com.

Masih kata Gatot, tidak semua aduan masyarakat bisa dikaterogorikan dalam unsur pidana. Sebab, dalam penanganan kasus korupsi, ada beberapa mekanisme yang harus terpenuhi. Yakni mulai dari tahap penyelidikan hingga, pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) dan gelar perkara.

“Setelah ada dugaan atau temuan perbuatan melawan hukum maka baru akan kami lakukan proses penyidikan, jadi tidak semua aduan masyarakat itu bisa dikatergorikan pidana, harus berproses dulu,” urainya.

Dalam peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia, Polres Jombang mengajak semua masyarakat untuk semakin aktif melawan tindak pidana korupsi. Masyarakat agar tidak ragu untuk melapor jika menemui dugaan tindak pidana korupsi dalam bentuk apapun,” pungkas Gatot. (kar/hms)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.