Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto didampingi Kasat Reskrim sat Press release di Gedung Graha Bhayangkara Polres Jombang

Tribratanewsjombang.com, Perburuan terhadap pelaku pembununuhan Sri Handayani (52) (istri Aiptu Sunaryo anggota Polsek Bareng) membuahkan hasil, Tim gabungan Satreskrim Polres Jombang, Unit Reskrim Polsek Bareng dan di back up Subdit Jatanras polda Jatim akhirnya berhasil membekuk MS (29) Warga Dusun Sumberdadi, Desa Ngampungan, Kecamatan Bareng Jombang. Rabu (08/9/2017) pukul 23.30 WIB.

Penangkapan berawal dari pelacakan yang dilakukan tim gabungan selama beberapa hari di wilayah Kecamatan Bareng dan Kecamatan Wonosalam. Tim gabungan mendapat informasi dari masyarakat, jika pelaku terlihat masih berada di sekitar Desa Ngampungan, tempat dimana pelaku tinggal.

Tim gabungan langsung menyebar, termasuk mengawasi rumah orang tua pelaku. Siang malam melakukan penyanggongan (pengamatan). Pada jum’at malam, salah satu petugas melihat pelaku masuk ke rumah melalui pintu belakang. Saat itu juga petugas bergerak melakukan penggerebekan, dan selanjutnya terduga pelaku dibawa ke Mapolsek Bareng.

Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto saat Press release di Gedung Graha Bhakti Bhayangkara mengungkapkan, Alasan pelaku melakukan kejahatan tersebut, karena ingin mengusai hartanya. Pelaku yang merupakan pelanggan di toko milik korban ini, diketahui sudah merencanakan aksi perampokan tersebut beberapa waktu sebelumnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif, disimpulkan bahwa pelaku beraksi sendiri tanpa ada temannya. “Dari hasil pemeriksaan sementara, pelakunya ini tunggal dan terungkap bahwa pelaku nekat melakukan kejahatan tersebut karena memiliki utang di bank sebesar Rp 20 juta dan sudah jatuh tempo,” ungkapnya.

Perbuatan pelaku, sudah mengarah kepada pembunuhan berencana. “Indikasinya, ada sarung tangan yang dipakai pelaku, linggis juga dibawa pelaku dari rumahnya dan pelaku menyelinap ke dalam toko milik korban dua hari sebelumnya,” paparnya.

Dengan motif upaya penguasaan harta milik korban yang berujung pembunuhan, polisi menjerat pelaku dengan pasal Pasal 340 KUHP dan Pasal 339 KUHP Sub Pasal 365 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau Seumur hidup,” beber Agung Marlianto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here