Kapolres Jombang Pimpin Gelar Ops Lilin Semeru 2018

0
411
Kapolres Jombang didampingi Forkopimda melakukan pemeriksaan pasukan di Lapangan Mapolres Jombang

Tribratanewsjombang.com, Bertempat di Lapangan Mapolres Jombang telah berlangsung Apel gelar Pasukan Operasi lilin Semeru 2018 yang dipimpin Kapolres Jombang AKBP Fadli Widiyanto dengan mengambil tema “Melalui gelar pasukan operasi lilin 2018, Kita tingkatkan sinergi Polri dengan instansi terkait dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman pada perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019”. Jum’at (21/12/2018) 07.30 Wib.

Kasat Lantas Polres Jombang AKP Inggal Widya Perdana selaku Komandan Apel gelar pasukan Ops Lilin Semeru 2018.

Acara tersebut dihadiri Forkopimda Jombang, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat. Adapun peserta gelar pasukan yakni,  Anggota Polres Jombang dan Polsek jajaran, Kodim 0814 Jombang, Dinas Perhubungan, Satpol PP, personil BPBD serta perwakilan Ormas dan pramuka.

Kapolres Jombang membacakan amanat Kapolri HM. Tito Karnavian, bahwa Apel gelar pasukan Operasi Lilin 2018 merupakan Momentum penting untuk meninjau kesiap siagaan personel, melakukan pengecekan sarana dan prasarana keamanan serta memperkuat Soliditas para pemangku kepentingan dan Stakeholder yang dilibatkan dalam pengamanan Hari Raya Natal dan Tahun Baru.

Kapolres Jombang menyematkan pita kepada perwakilan pasukan sebagai tanda dimulainya Operasi.

Sinergitas harus dibangun dengan baik diantara pemangku kepentingan yang menjadi salah satu kunci utama yang harus senantiasa dipelihara dan ditingkatkan. Penggelaran Operasi dengan Sandi Lilin 2018 kali ini, melibatkan 167.783 personil pengamanan. Operasi  dilaksanakan selama 10 hari yang dimulai tanggal 23 Desember 2018 sampai dengan 1 Januari 2019. Kecuali untuk 13 provinsi termasuk Jawa Timur akan digelar selama 12 hari terhitung sejak tanggal 21 Desember 2018 sampai 1 Januari 2019.

Menjelang Natal dan Tahun baru ini merupakan momen penting yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berkumpul bersama keluarganya, karena berbarengan dengan penetapan hari libur nasional. Situasi ini menimbulkan prningkatan intensitas kegiatan masyarakat, mobilitas mode transportasi, serta peningkatan terhadal kebutuhan pokok khususnya bahan pangan.

Kondisi ini tentunya akan memunculkan potensi kerawanan yang harus menjadi perhatian bersama, oleh karena itu seluruh pemangku kepentingan harus berkonsolidasi bersama sembari mengecek kesiapan pengamanan, serta menyamakan persepsi, agar pengamanan dapat berjalan dengan lancar.

Polri telah menginventalisir beberapa potensi kerawanan, diantaranya kejahatan konfensional yang meresahkan masyarakat, potensi aksi terorisme,  sweping ormas dan aksi intoleransi, kecelakaan mode transportasi baik darat, laut maupun udara, ketersediaan dan stabilitas harga pangan serta kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.

Dalam akhir amanatnya, Kapolri berharap kerjasama dan sinergitas yang sudah terjalin dengan baik, dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan untuk pengabdian terbaik bagi Masyarakat, Bangsa dan Negara. (kar/hms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

3 + two =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.