Forkopimda dan Ormas se – Jombang, sepakat Jaga Kerukunan

0
299
Forkopimda dan Ormas se Jombang bergandengan tangan, Jaga kerukunan masyarakat.

Tribratanewsjombang.com, Forkopimda Kabupaten Jombang kembali menggelar kegiatan silaturahmi bersama elemen masyarakat yakni Organisasi Masyarakat (Ormas) se Jombang yang dikemas dengan acara Ngopi Bareng, bertempat di Aula Pengadilan Negeri Jombang. Rabu (24/10/2018) pukul 08.00 WIB

Kegiatan yang digagas Kapolres Jombang AKBP Fadli Widiyanto ini, dihadiiri Kasdim 0814 Jombang Mayor Inf Stevi Joan Klots, Ketua Pengadilan Negeri Jombang Hera Kartiningsih, Kepala Kejaksaan Negeri Jombang Syarifuddin, Kepala Kesbangpol Mas.ud, Kepala Kantor Kementerian Agama Abdul Haris.

Adapun perwakilan Ormas yang hadir yakni,  Ketua GP Ansor H. Zulfikar Dawam, Ketua Muhammadiyah Abdul Wahid, Ketua Kokam Mustaqim, Perwakilan LDII Isnan Fauzi, Ketua FKUB Isrofil Amar, Ketua FPI Habib Muhammad Assegaf, Ketua PCNU KH. Salmanuddin Yazid serta Ketua Hisnul Aman Shiddiqiyah (HAS) Teddy Suprayogi.

Dalam sambutannya Kapolres Jombang menyampaikan, bahwa kegiatan Ngopi bareng masyarakat bertujuan mendengar langsung unek-unek, keluhan atau aspirasi terkait permasalahan di kabupaten Jombang. Kegiatan silaturahmi dengan Ngopi bareng ini, akan dilaksanakan secara bergantian yang insyaallah selanjutnya di Pendopo Kabupaten Jombang. “Jika silaturahmi sering dilakukan antara Forpimda dengan masyarakat terjalin komunikasi yang baik, sehingga bisa menghindarkan gesekan di masyarakat”, terang Fadli Widiyanto.

Bupati Hj. Mundjidah Wahab menyampaikan, Kegiatan ini sebagai rangkaian kegiatan rutin Forkopimda setiap hari Rabu ditempat dan tamu undangan yang berbeda. Mengenai viralnya video pembakaran bendera bertulis kalimat Tauqid pada acara Hari Santri Nasional 2018 di kabupaten Garut, bupati berharap masyarakat Jombang tidak terprovokasi.

Kejadian tersebut diluar kendali, jangan sampai masyarakat menanggapi dengan emosi sehingga memicu terjadinya polemik berkepanjangan. Alhamdulillah Kabupaten Jombang kondusif karena semua sepakat duduk bersama dan menyerahkan permasalahan ini ke penegak hukum”, terang bupati.

“Semua Ormas Islam yang hadir sepakat penanganan, bahwa kasus pembakaran Bendera bertulis kalimat Tauqid oleh oknum Banser diserahkan kepada Polri. Semua juga sepakat menjadikan Jombang kondusif, serta untuk video yang tersebar di Medsos agar masyarakat tidak membuat statement yang memprovokasi,” pungkas Kapolres Jombang. (kar/hms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here