Tribratanewsjombang.com, WNO (48 tahun) warga Jalan Brawijaya Desa Losari, Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang diringkus Satreskrim Polres Jombang, Rabu (24/5/2017) sekitar pukul 15.30 WIB. Yang bersangkutan ditangkap di warungnya Jalan raya ploso – babat Desa losari Kec. Ploso, karena menjadi mucikari selama kurang lebih satu tahun di kota santri.

Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Wahyu Norman Hidayat mengatakan, “Tersangka ditangkap setelah menjual seorang PSK (pekerja seks komersial) kepada salah satu pria hidung belang, petugas juga menyita sejumlah barang bukti dari tangan tersangka”.

Penangkapan terhadap pelaku berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan bahwa pelaku sering menawarkan PSK . Setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya pelaku berhasil ditangkap setelah transaksi dengan salah satu pria hidung belang.

“Dalam menjalankan aksinya, Pelaku mengirimkan foto-foto PSK melalui WhatsApp (WA) kepada calon pelanggannya. Selanjutnya, setelah ada PSK yang diinginkan oleh pelanggan, tersangka mengajak pria hidung belang itu bertemu di warung miliknya. Hingga akhirnya terjadilah transasksi antara tersangka dengan pria hidung belang.” tambahnya.

Pelaku menjalankan bisnis prostitusi ini, selama kurang lebih satu tahunan. Tersangka mempunyai 10 PSK anak buahnya yang dijajakan kepada para pria hidung belang. Semua PSK itu berasal dari Jombang yang usianya antara 19 hingga 30 tahun.

Masih kata Kasat Reskrim “Tersangka memasang tarif mulai Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta untuk sekali kencan bagi para pria hidung belang. Sedangkan komisi untuk sang mucikari 30 persen dari tarif kencan. Pria hidung belang yang biasa kencan dengan PSKnya mayoritas dari Jombang”.

Dari tangannya, Petugas mengamankan barang bukti berupa 4 buah handphone yang berisi bukti percakapan penawaran PSK kepada para pria hidung belang dan uang tunai Rp 100 Ribu.

Tersangka dijerat dengan pasal 296 KUHP tentang Dengan sengaja menyembabkan atau mempermudah perbuatan cabul oleh orang lain dan menyediakannya sebagai pencarian atau kebiasaan (mucikari). Diancam dengan hukuman penjara paling lama satu tahun empat bulan. (kar/hms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here