Tribratanewsjombang.com, Polres Jombang berhasil meringkus Dua Anggota KPK Gadungan yakni Ach Solikun dan Soekarman Sahri diduga melakukan pemerasan kepada Sucipto, Kepala Desa (Kades) Kedungturi Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang.

Keduanya mengaku sebagai anggota KPK, namun bukan anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang kini ditakuti para korutor. Melainkan Komisi Pengawasan Korupsi (KPK) yang diketahui sebuah lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto mengatakan,” Pihaknya mengaku memang mengamankan kedua pelaku dan masih melakukan pemeriksaan guna mengembangkan kasus tersebut”. Selain mengamankan kedua pelaku, Polisi juga berhasil menyita uang Rp 1 juta yang diduga hasil pemerasan yang dilakukan kepada Kades tersebut,” ujarnya, Rabu (15/2/2017).

Adapun kronologi pemerasannya yaitu, Kedua pelaku tersebut mengaku sebagai Anggota KPK mendatangi korban dengan alasan mengklarifikasi perihal dugaan praktik pungutan liar (Pungli) pada program Prona (Proyek Nasional Agraria) yang sempat dilaksanakan korban beberapa tahun silam. Dengan membawa dokumen lengkap, pelaku juga mengaku sudah menerjunkan tim investigasi di lapangan.

Tak hanya itu, kedua pelaku juga diduga menakut-nakuti korban dengan mengatakan mempunyai bukti data rekaman warga yang mengaku menjadi korban Pungli oleh Kades Sucipto sambil meninggalkan Balai Desa.

Hari berikutnya, kedua pelaku kembali menghubungi korban melalui Hand phonenya. “Kedua pelaku mengancam akan membawa kasus tersebut ke Jakarta. Namun ujung-ujungnya mereka malah meminta sejmulah uang, agar kasus tersebut tidak dilanjutkan ke ranah hukum. Korban menyepakatinya dengan bertemu di salah satu rumah makan. Saat itu, polisi yang sudah berada di lokasi kemudian mengamankan keduanya. (kar/hms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here